PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA TERHADAP KEPERCAYAAN DAN PRAKTEK BUDAYA DI PUSKESMAS PAUH TAHUN 2022
DOI:
https://doi.org/10.58170/10.1234/vol3iss2pp230Keywords:
Pengetahuan, budaya,tanda bahaya ibu hamilAbstract
Milenium Development Goals (MDGs) mempunyai salah satu tujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 75 persen. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesi (SDKI) tahun 2010-2015. Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat sebesar 228/100.000 kelahiran hidup, dan melonjak naik tahun 2016 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup, angka ini sangat jauh dari target yang sudah disepakati oleh Millenium Development Goals (MDGs) yakni menekan AKI menjadi 102/100.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuanl ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan di wilayah Puskesmas Pauh. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan etnografi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan terhadap ibu-ibu hamil yang melakukan kunjungan ke puskesmas/tenaga kesehatan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif untuk menggali informasi tentang pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar ibu masih menganut kepercayaan pada ajaran dan dokrin dari orang tua. Ibu hamil mengenal tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan melalui pantangan–pantangan yang diturunkan dari nenek moyang mereka. Dapat disimpulkan pengetahuan ibu hamil masih tergolong masih rendah sehingga mudah percaya terhadap doktrin yang diberikan oleh orangtuanya. Disarankan bagi tenaga kesehatan perlu informasi tentang tanda bahaya pada ibu hamil dan bersalin melalui penyuluhan, konseling dan memotivasi ibu banyak membaca buku KIA.









