Hubungan Dukungan Keluarga Dan Tingkat Stress dengan Self Management pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.58170/jkla.v8i2.255Keywords:
family support, stress levels, self-management, diabetes mellitusAbstract
Diabetes mellitus adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Kota Bukittinggi, yang sering menimbulkan stres pada pasien dan membutuhkan dukungan keluarga untuk mendukung pengelolaan diri (self-management). Survei awal di Puskesmas Tigo Baleh menunjukkan sebagian pasien belum mendapat dukungan keluarga memadai, datang berobat tanpa pendamping, serta mengalami stres yang berdampak negatif pada self-management. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat stres dengan self-management pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Tigo Baleh. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang berkunjung ke Puskesmas Tigo Baleh, dengan sampel 69 responden yang dipilih melalui cluster sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan keluarga, DASS-42 untuk tingkat stres, dan DSMQ untuk self-management. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 44,9% responden memiliki dukungan keluarga baik, 40,6% memiliki tingkat stres normal, dan 56,5% memiliki self-management baik. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan self-management (p=0,000) serta antara tingkat stres dengan self-management (p=0,000). Kesimpulannya, semakin baik dukungan keluarga dan semakin rendah tingkat stres, maka semakin baik pula self-management pasien diabetes mellitus.









