HUBUNGAN LAMA PENGOBATAN DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG TAHUN 2026

Authors

  • Intan permata sari
  • Nova Rita Polita sumbar

DOI:

https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.274

Abstract

Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru yang membutuhkan waktu minimal 6 bulan berpotensi
memicu kejenuhan, efek samping obat, dan tekanan emosional yang berdampak pada stres penderita.
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara
lama pengobatan dengan tingkat stres pada penderita TB Paru di Puskesmas Lubuk Buaya Kota
Padang Tahun 2025. Menggunakan teknik total sampling, diperoleh sampel sebanyak 40 responden.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner modifikasi untuk variabel lama pengobatan dan
kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat stres, yang kemudian
dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
responden berada pada tahap pengobatan lanjutan (3–6 bulan) yaitu sebanyak 57,5% (23 orang) dan
tingkat stres responden mayoritas berada dalam kategori sedang sebesar 42,5% (17 orang). Hasil
analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,203 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang
bermakna antara lama pengobatan dengan tingkat stres pada penderita TB Paru di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil ini, disarankan kepada petugas kesehatan di Poli TB untuk tidak hanya memeriksa
kondisi fisik dan kepatuhan minum obat pasien saja, tetapi juga mulai memperhatikan serta melakukan
skrining berkala terhadap kondisi psikologis pasien.

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

sari, I. permata, & Rita, N. (2026). HUBUNGAN LAMA PENGOBATAN DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG TAHUN 2026 . Jurnal Kesehatan Lentera ’Aisyiyah, 9(1), 18–22. https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.274