HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DIDALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG PADANG
DOI:
https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.291Abstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di dunia, termasuk
Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2024, kasus pneumonia balita tertinggi
terdapat di Puskesmas Lubuk Begalung sebanyak 209 kasus. Salah satu faktor risiko pneumonia pada
balita adalah paparan asap rokok di dalam rumah yang dapat merusak saluran pernapasan dan
meningkatkan risiko infeksi paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan paparan asap rokok
dalam rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Kota
Padang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan data sekunder dari laporan kejadian pneumonia.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 39 balita (61,9%) mengalami pneumonia berulang dan 24 balita (38,1%)
mengalami pneumonia satu kali. Hasil uji ChiSquare diperoleh nilai p-value sebesar 0,008 (<0,05), yang
menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan asap rokok dalam rumah dengan kejadian
pneumonia pada balita. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa paparan asap rokok dalam rumah
berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita. Keluarga disarankan untuk tidak
merokok di dalam rumah guna mengurangi risiko pneumonia pada balita.









