GAMBARAN KESEHATAN KERJA PEKERJA INDUSTRI GARMEN DI CV. X KABUPATEN KARANGANYAR : AN OCCUPATIONAL HEALTH SURVEILLANCE

Authors

  • JIhan Faradisha Universitas Sebelas Maret
  • Warda Yussy Rha Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Ratna Fajariani Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Rizqy Kartika Sari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Afrian Eskartya Harjono Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.298

Keywords:

occupational health surveillance, garment industry, audiometry, spirometry, occupational health

Abstract

Industri garmen merupakan sektor padat karya yang memiliki berbagai faktor risiko kesehatan kerja,
seperti paparan debu tekstil, kebisingan, postur kerja statis, dan aktivitas repetitif yang berpotensi
menimbulkan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan
pekerja industri garmen di CV. X Kabupaten Karanganyar melalui pendekatan Occupational Health
Surveillance. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Penelitian dilaksanakan di CV. X Kabupaten Karanganyar pada bulan Juli–Agustus 2026. Sampel
penelitian berjumlah 40 pekerja produksi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan
kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, spirometri, dan audiometri. Analisis
data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian Mayoritas pekerja
berusia ≤34 tahun (52,5%) dan memiliki masa kerja >2 tahun (62,5%). Seluruh responden memiliki IMT
kategori normal (100,0%). Sebanyak 65,0% pekerja memiliki tekanan darah normal, sedangkan 35,0%
mengalami peningkatan tekanan darah mulai dari kategori elevated hingga hypertensive crisis.
Pemeriksaan spirometri menunjukkan bahwa 87,5% pekerja mengalami gangguan fungsi paru dengan
dominasi restriksi sedang (50,0%). Pemeriksaan audiometri menunjukkan gangguan pendengaran pada
telinga kanan berupa tuli ringan (45,0%) dan tuli sedang (2,5%), sedangkan pada telinga kiri ditemukan
tuli ringan (22,0%), tuli sedang (4,9%), dan tuli sedang–berat (2,4%). Hasil Occupational Health
Surveillance menunjukkan bahwa pekerja industri garmen memiliki prevalensi gangguan fungsi paru dan gangguan pendengaran yang cukup tinggi meskipun sebagian besar memiliki status gizi dan tekanan
darah yang normal. 

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

Faradisha, J., Rha, W. Y. ., Fajariani, R., Sari, R. K., & Harjono, A. E. (2026). GAMBARAN KESEHATAN KERJA PEKERJA INDUSTRI GARMEN DI CV. X KABUPATEN KARANGANYAR : AN OCCUPATIONAL HEALTH SURVEILLANCE. Jurnal Kesehatan Lentera ’Aisyiyah, 9(1), 60–69. https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.298