HUBUNGAN PERAN ANGGOTA KELUARGA DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENCEGAHAN RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA
DOI:
https://doi.org/10.58170/10.1234/vol3iss2pp230Keywords:
Pencegahan resiko demensia, peran keluarga, kebiasaan merokokAbstract
Demensia (pikun) adalah kemunduran kognitif yang sedemikian beratnya sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial. Kurangnya peran keluarga terhadap lansia mengakibatkan lansia cendrung menghabiskan waktunya dengan merokok yang menjadi masalah kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Peran Anggota Keluarga dan Kebiasaan Merokok dengan Pencegahan Resiko Demensia pada Lansia di Parupuk Tabing. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Juni 2018 pengumpulan, jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 1954 lansia dengan jumlah sampel 92 orang dengan menggunakan rumus Lameshow, menggunakan teknik quata sampling, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (51,1%) responden tidak melakukan pencegahan resiko demensia, (53,3%)dengan peran keluarga tidak baik, (54,4%) responden yang merokok. Uji statistik disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga, kebiasaan merokok (p = 0,000) dengan pencegahan resiko demensia di Parupuk Tabing. Diharapkan pihak tenaga kesehatan dapat memperluas waktu posyandu waktu posyandu agar lansia dapat mengikuti posyandu sehingga lansia dapat memeriksa kesehatannya secara rutin sehingga lansia juga dapat mencegah resiko demensia secara dini.









