HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN MASA KERJA DENGAN DERAJAT GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA INDUSTRI MANUFAKTUR

Authors

  • Rizqy Kartika Sari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Isna Qadrijati Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Tyas Lilia Wardani Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Jihan Faradisha Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Reni Wijayanti Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Afrian Eskartya Harjono Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Ayu Prima Kartika Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret
  • Ratna Fajariani Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.318

Keywords:

jenis kelamin, masa kerja, derajat sesak, pekerja, industri pakaian

Abstract

Industri pembuatan pakaian memiliki potensi pajanan debu dan serat kain yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan pada pekerja. Karakteristik individu dan pekerjaan, seperti jenis kelamin dan masa kerja, diduga berkaitan dengan derajat sesak yang dialami pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin dan masa kerja dengan derajat sesak pada pekerja industri pembuatan pakaian. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 pekerja, dengan 39 pekerja dipilih sebagai sampel menggunakan purposive sampling. Data jenis kelamin dan masa kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan derajat sesak dinilai berdasarkan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometer. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan derajat sesak (p<0,001), serta antara masa kerja dengan derajat sesak (p=0,040). Pekerja perempuan lebih banyak mengalami sesak derajat sedang hingga sangat berat, sedangkan pekerja dengan masa kerja ≥5 tahun menunjukkan proporsi sesak sangat berat lebih tinggi. Pengendalian paparan debu dan serat kain, penggunaan alat pelindung pernapasan, perbaikan ventilasi, dan pemeriksaan kesehatan pernapasan secara berkala diperlukan sebagai upaya pencegahan gangguan pernapasan pekerja.

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

Sari, R. K., Qadrijati, I., Wardani, T. L., Faradisha, J. ., Wijayanti, R., Harjono, A. E. ., Kartika, A. P., & Fajariani, R. (2026). HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN MASA KERJA DENGAN DERAJAT GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA INDUSTRI MANUFAKTUR . Jurnal Kesehatan Lentera ’Aisyiyah, 9(1), 136–142. https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.318

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>