GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI FURNITURE MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.58170/jkla.v9i1.320Keywords:
pelaksanaan program keselamatan kerja, pengetahuan, pelatihan K3, ketersediaan APD, ketersediaan APMAbstract
Program keselamatan kerja diperlukan untuk melindungi pekerja dari berbagai bahaya di tempat kerja,
terutama pada industri furniture yang menggunakan mesin dan peralatan produksi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program keselamatan kerja pada karyawan bagian
produksi PT Maruki International Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain observasional
deskriptif dan dilaksanakan pada 1–23 Juli 2019 di PT Maruki International Indonesia, Kawasan Industri
Makassar. Populasi penelitian sebanyak 204 pekerja bagian produksi dengan sampel 67 pekerja yang
dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Data
diperoleh melalui kuesioner, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara
deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebanyak 60 responden (89,6%) memiliki
pengetahuan keselamatan kerja dan 53 responden (79,1%) telah mengikuti pelatihan K3. APD tersedia
menurut 38 responden (56,7%), sedangkan 29 responden (43,3%) menyatakan APD tidak tersedia.
Sebanyak 48 responden (71,6%) menyatakan alat pelindung mesin (APM) tidak tersedia, sedangkan 19
responden (28,4%) menyatakan tersedia. Pelaksanaan program keselamatan kerja telah dilakukan,
terutama dalam aspek pengetahuan dan pelatihan K3. Namun, ketersediaan APD dan khususnya APM
masih perlu diperkuat melalui penyediaan berbasis risiko, pengamanan mesin, inspeksi berkala,
pelatihan, dan pengawasan K3.









